Thirteen Ways to Smell a Tree: Mengenal Pohon melalui Bahasa Aroma
Category: Arsitektur
Thirteen Ways to Smell a Tree mengajak Anda dalam perjalanan untuk terhubung dengan pepohonan melalui indra yang paling selaras dengan emosi dan ingatan kita. Tiga belas esai disertakan di dalamnya yang mengeksplorasi aroma pepohonan yang menggugah, dari aroma buku yang baru saja dicetak saat pertama kali Anda membuka halamannya, hingga aroma menenangkan dari bunga Linden, hingga bahan-bahan dari gin & tonic yang sangat nikmat:
Di tangan Anda: gelas highball, dengan butiran kondensasi yang sejuk.
Di hidung Anda: perwujudan aromatik dari perdagangan global. Aroma herbal tajam dari buah juniper Eropa. Sentuhan air jeruk nipis dari pohon yang merupakan keturunan dari nenek moyang liar di kaki pegunungan Himalaya. Kina pahit, dari kulit pohon kina Amerika Selatan, menyemprot ke lubang hidung Anda oleh letusan air tonik yang berkilau.
Teguklah, rasakan aroma dan rasa dari tiga benua yang menyatu.
Setiap esai juga memuat praktik yang mengajak pembaca untuk mengalaminya. Misalnya, membuat inventarisasi pohon di rumah Anda sendiri, menghargai betapa banyak hal di sekitar kita yang berasal dari pohon. Dan jika Anda pernah memeluk pohon saat tidak ada yang melihat, cobalah menghirup aroma berbagai pohon yang hidup di dekat Anda, aroma pinus setelah hujan, aroma segar daun kayu putih yang diremas di tangan Anda yang menjernihkan pikiran.
Thirteen Ways to Smell a Tree juga memuat praktik sehari-hari yang mengajak pembaca untuk mengalaminya. Misalnya, membuat inventarisasi pohon di rumah Anda sendiri, menghargai betapa banyak hal di sekitar kita yang berasal dari pohon. Dan jika Anda pernah memeluk pohon saat tidak ada yang melihat, cobalah menghirup aroma berbagai pohon yang hidup di dekat Anda, aroma pinus setelah hujan, aroma segar daun kayu putih yang diremas di tangan Anda yang menjernihkan pikiran.









