Sihir: Sejarah: Dari Alkimia hingga Sihir, dari Zaman Es hingga Sekarang
Category: Arsitektur
Tiga aliran keyakinan besar mengalir sepanjang sejarah manusia: Agama adalah hubungan dengan satu atau banyak dewa, penguasa kehidupan dan takdir kita. Sains menjauhkan kita dari dunia, menjadikan kita pengamat dan pengumpul pengetahuan. Dan sihir adalah partisipasi langsung manusia dalam alam semesta: kita memiliki pengaruh terhadap dunia di sekitar kita, dan dunia memiliki pengaruh terhadap kita.
Selama beberapa abad terakhir, sihir telah mendapat reputasi buruk—berkat taktik tidak menyenangkan dari praktisi yang meragukan, dan kampanye propaganda yang sukses dari agama dan sains, yang merendahkan sihir sebagai sesuatu yang terbelakang, tidak rasional, dan "primitif." Namun, dalam Magic, profesor arkeologi Oxford Chris Gosden mengembalikan sihir ke tempat pentingnya dalam sejarah dunia—mengungkapkannya sebagai elemen perilaku manusia yang bertahan lama dan memainkan peran penting bagi individu dan budaya. Dari kutukan dan jimat sihir Yunani kuno, Romawi, dan Yahudi, hingga tradisi perdukunan Eurasia, Amerika asli, dan Afrika; dari alkimia Renaisans hingga penghukuman sihir pada masa kolonial dan misteri fisika kuantum modern—sejarah Gosden yang mengejutkan, menyenangkan, dan penuh warna melengkapi bab yang hilang dari kisah peradaban kita.
Berdasarkan penelitian selama puluhan tahun di seluruh dunia—menyentuh horoskop pertama yang diketahui, patung yang diperintahkan untuk diasingkan, dan kekuatan mistis tato—Gosden menunjukkan apa yang dapat ditawarkan sihir kepada kita saat ini, dan bagaimana kita dapat menggunakannya untuk memikirkan kembali hubungan kita dengan dunia. Magic adalah karya ilmiah yang orisinal, unik, dan luas, dan wahyu-wahyu di dalamnya akan membuat pembaca terpesona.









